Desaku Bagian Terpenting dari Kota Garut!

2 bulan yang lalu

Beberapa teman, kolega dan sohib ane bertanya, kenapa kami sekeluarga memilih untuk tinggal di Kaki Gunung Cikuray?. Sulit menjawab dengan detail satu persatu, bahkan mungkin saya membutuhkan membuat buku untuk bercerita tentang Desa yang kami tinggali. Di mata kami, Jambansari adalah kampung yang tidak biasa ... salah satu pemandangan paling menarik buat saya, orang tua yang usianya 60 - 80 tahun masih cukup produktif di daerah ini.


Selain itu ada beberapa keunikan lainnya, seperti berdirinya beberapa rumah kontrakkan di beberapa pojok desa, yang disediakan buat "Orang Kota" yang mencoba peruntungannya bekerja di sekitar Desa kami. Ruralisasi telah terlaksana sejak lama disini. Ruralisasi adalah kebalikan dari Urbanisasi ... berani tarohan, mungkin banyak yang baru mendengarnya ... bahkan hampir dipastikan seluruh warga desa kami tak mengenal kata tersebut, tapi sudah melaksanakannya.

Saat saya berjalan-jalan di seputar rumah yang posisinya Diskotik Amigos (Disisi Kota Saeutik Agak Minggir Got Sedikit) dan 'katanya' masuk dalam daftar DESA MISKIN DAN TERTINGGAL ada fenomena cukup menarik jangankan tahu Kota Bandung atau Jakarta... beberapa anak muda disini ada yang BELUM PERNAH MENGINJAKKAN KAKI KE GARUT KOTA.

Saya ulangi "Menginjakkan Kaki ke Kota Garut"!!! ... Mereka tidak tahu seperti apa bentuk pendopo di dunia nyata, apa kepanjangan CFD, sekeren apa Kedai KopiTozie, seramai apa lapangan Kerkof di minggu pagi ... bahkan mungkin tak peduli siapa yang akan, sedang dan sudah menjadi Bupati Garut.

Kenapa bisa seperti itu ? ternyata mereka bisa bertahan hidup dan menikmati menjadi warga negara INDONESIA tanpa harus tahu seperti apa Pusat Kota Kabupatennya atau bagaimana rasanya setiap hari berhadapan dengan hingar bingarnya kota.

Ini adalah kekurangan sekaligus kelebihan, setelah sedikit riset, wuiih bahasanya riset ... maksud ane riset ala kampung, tanya kiri dan kanan. Ternyata di sekitar kampung ini orang bisa bertahan hidup tanpa harus kemana-mana ... yang paling berpengaruh besar pasokan air (sebagai salah satu daerah pemasok air bersih PDAM Garut yang dialirkan ke Kota), stok tanah dan sawah masih menghampar cukup luas di kampung ini.  Ada sungai yang membentang di tengah-tengah kampung yang merupakan aliran sungai yang tidak sejalur dengan Cimanuk.

Tidak salah dan hampir tepat kalau seorang Emha Ainun Najib pernah menulis "Indonesia Bagian Sangat Penting Dari Desa Saya" dan saya harus sampaikan dengan kerendahan hati bahwa Desaku Bagian Terpenting dari Kota Garut!

Seandainya orang Blok Dawuan, JambanSari, Ciburuy, Kampung Cigedug, Tegal Parung, Pamalayan, Kampung Cinta Nagara dan Kampung Suka Hejo Bayongbong Garut bisa bertahan hidup tanpa harus menginjakkan kaki ke Kota Garut bahkan hanya tahu Kota Kembang Bandung serta DKI Jakarta cuma dari pesawat Televisi atau Koran ... atau bahkan hanya mendengar dari cerita orang. Kenapa menarik? karena jarak dari sekitar desa kami hanya membutuhkan 20 menit perjalanan ke Garut kota. Mungkin kurang lebih hanya berjarak 12 km, seandainya jaraknya nun jauh disana ... masih masuk di akal sehat kita.

Karena ternyata Ketahanan Pangan dan Kearifan lokal adalah modal yang lebih dari cukup untuk bisa bertahan hidup... di kampung inilah dialirkan air bersih untuk ratusan ribu penduduk Garut Kota  (bayangkan kalau orang sekampung demo BAK / BAB di mata air Orang Kota bisa Berabe he he he), di Desa inilah tempat penangkaran Ikan yang dinikmati oleh "Orang Kota" ... di Pinggiran inilah Sawah masih membentang luar dan air masih mengalir deras ;) ... bukan PUSAT KOTA tapi PUSAT AIR, PUSAT IKAN dan PUSAT SAYUR-SAYURAN.


Hingga kini kita masih sering melihat orang desa berduyun ke kota. Fenomena urbanisasi ini di Indonesia memang menyimpan problem tersendiri.Nuansa kehidupan di desa terang berbeda dengan kota. Kehidupan perkotaan identik dengan hingar-bingar, riuh, bising kendaraan, dll. Tetapi masyarakat desa yang lugu, polos dan jernih selalu menilai kota adalah ikon kemajuan dan kesejahteraan.

Meneropong itu semua dengan jiwa yang sadar. Kita tentu berharap, budaya lokal dan kearifan masyarakat tak pudar oleh budaya asing. Agar generasi berikutnya tak lupa identitas diri dan kebudayaan desanya.

Garut "kota leutik sajuta piomongeun" menurut abg zaman sekarang merupakan salah satu kabupaten yang luas wilayahnya cukup besar. Berdampingan dengan beberapa kabupaten lainnya seperti Bandung, Majalengka, Tasikmalaya dan Cianjur cukup dikenal luas di masyarakat Jawa Barat.

Kabupaten Garut adalah tempat yang luas wilayahnya besar tapi kadang dianggap 'kecil'. Mungkin dikarenakan pembangunannya yang dinilai lamban jika dibandingkan dengan tetangga terdekatnya Tasikmalaya. Selain itu potensi yang sesungguhnya di kabupaten Garut adalah di sektor pariwisata. Dikarenakan kecil kemungkinan kabupaten ini dijadikan kota industri. Kalau memakai bahasa "KopiTozie", Garut adalah kota Jempol.

Apal Jempol teu lur? baru terlihat dan diangkat berdiri jika kita berhadapan dengan sesuatu yang mempunyai daya tarik tersendiri. Jauh dari empat jari lainnya ... bahkan jarang dipakai bersilat kata berpencak keyboard, walau oleh orang yang lihai mengetik sepuluh jari.

Kesimpulannya orang2 yang betul-betul berniat datang berkunjung ke tempat ini yang melewati lokasi ini. Karena Garut bukan merupakan daerah 'transit place' akan tetapi merupakan 'goal place'. Oleh karena itu, Garut harus mempunyai magnet dan daya tarik yang unik, agar orang mau benar-benar berkunjung dan 'menghabiskan rupiah'nya di kabupaten Garut.

Apakah nanti Garut bisa menjadi raksasa yang terbangun dari tidur panjangnya ? Atau  bahkan menjadi raksasa yang menggeliat dan menggetarkan Indonesia ? Wallahualam Bissawab …Sangat tergantung kesungguhan rakyat dan pemerintah Garut sendiri. Semoga. Aamiiiin Ya Rabbilalamin.

Maaf untuk Orang Garut Kota ... dalam beberapa hal pokok dan fundamental, sebetulnya kami bisa hidup tanpa 'kota anda' ... tapi anda semua akan kerepotan jika kampung kami tidak ada :putnam

Selanjutnya ... marilah kita ngopi ;).

Source :  KopiTozie at HdG Team

2 Komentar

Silahkan login untuk berkomentar.