KAPTEN PENJAJAH KEBAL PELURU ITU TERBUNUH DI GAMPONG SAPIK

1 minggu yang lalu


Sebuah kompleks pemakaman pahlawan cukup terawat yang terletak di area persawahan di Gampong Sapik Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Jaya menjadi salah satu bukti bahwa gampong ini mempunyai sejarah perlawanan, sejarah perjuangan terhadap para penjajah belanda, yang terus dikenang sepanjang zaman.  Di Makam itu telah dikebumikan para pahlawan yang telah gugur  sebagai syuhada pada tahun 1926 dalam sebuah penyerbuah heroik pada kelompok pasukan belanda yang dipimpin oleh seorang tentara belanda bernama kapten J Paris  yang dikenal sebagai komandan yang sangat ahli berperang ditambah mempunyai kemampuan kebal terhadap peluru dan bahkan kebal terhadap intan sekalipun.

 

Dari sumber tulisan ketikan yang diperoleh di Gampong Sapik diperoleh ulasan peperangan sangat rinci mengenai peperangan di gampong itu yang disebut sebagai perang kelulum sebagai tempat dimana pasukan belanda dicegat oleh pasukan dari Aceh yang dipimpin oleh panglima Rajolelo.  Dengan gagah berani sepasukan belanda dicegah dan terjadi perang yang menewaskan hampir seluruh pasukan belanda sejumlah 21 orang, dengan bayaran gugurnya sang panglima Rajolelo dalam peperangan ini.

 

Kini, yang tertinggal di Gampong ini bukan sekedar makam, tetapi semangat juangnya, yang bersemayam di hati bukan saja cerita heroiknya yang dengan sangat jelas tertulis dalam kisah perang  dalam buku stensilan 40 lembar, tetapi yang bersemayam adalah rasa kesediaan berkorban membela tanah air,  membela bangsa dari ancaman dan penjajahan.  Tantangan jaman milenial tidak kalah berat, bukan saja berhadapan dengan penjajah yang kasat mata, tetapi berhadapan dengan serbuan budaya barat yang tidak islami, sumber-sumber pengetahuan yang bisa menyesatkan, dan modernisme yang sering menuhankan uang.

 

Penting untuk sesekali menengok makam pahlawan, untuk mengingatkan kembali semangat dan pengorbanan mereka, untuk menumbuhkan semangat pengabdian, karena nilai perjuangan yang akan dikenang, bukan kekayaan, apalagi kekayaan jika diperoleh dengan cara-cara tidak benar.

0 Komentar

Silahkan login untuk berkomentar.