1. INSPIRASI MANAJEMEN KEUANGAN ALA POKJA TANI IBU-IBU DESA SAPIK

1 minggu yang lalu


Ibu ibu di Gampong Sapik mempunyai cara sendiri dalam memenuhi kebutuhan saat megang atau hari besar secara kreatif.  Mereka memahami bahwa tidak selamanya uang mudah diperoleh, sehingga sebagai manajer keuangan rumah tangga harus selalu mencari cara agar mempunyai tabungan yang mudah di-cairkan jiga sewaktu-waktu dibutuhkan. Sebagai mahluk sosial dan beragama, sering sekali dihadapkan pada kebutuhan dalam jumlah lebih besar seperti ketika menyambut megang dan puasa mereka membutuhkan uang untuk menyambut suasana ramadhan lebih khusyu. 

 

Secara swadaya, mereka membuat kelompok ibu-ibu secara “informal” untuk menjadi kelompok pekerja pada pekerjaan pertanian di sekitarnya, kelompok ini kemudian di bayar oleh para pemilik lahan pertanian, secara borongan.  Pada musim tanam padi misalnya para pemilik memborongkan pekerjaan tanam padi, demikian juga pada saat penyiangan padi dan pemanenan juga diborongkan pada kelompok pekerja wanita ini.  Pola ini telah berlangsung sejak lama, dan merupakan kearifan lokal ekonomi masyarakat dalam mencukup kebutuhannya secara kreatif dan penuh kebersamaan.

 

Uang bayaran hasil pekerjaan mereka tabung di kas kelompok, setiap kelompok mempunyai kas masing-masing dengan besaran tergantung dari kerja masing-masing kelompok.  Sedikit demi sedikit jumlah tabungan mereka bertambah, dan menjadi tabungan warga. Tabungan ini bagi masyarakat sangat penting, karana menjadi semacam “tabungan sosial” yang akan dicaikan pada saat mereka sangat butuh uang menghadapi  permulaan ramadhan dan lain-lain.

 

Jumlah peserta per kelompok berkisar antara 6-10 orang. Secara informal ditunjuk ketua yang akan memegang dana kas kelompok. Dana tersebut nanti digunakan untuk membeli berbagai keperluan warga untuk menghadapi bulan ramadhan antara lain seperti daging, terigu, dan bahan-bahan untuk menyambut ramadhan.  Dengan tabungan ini maka warga dapat lebih fokus pada ibadah, dan tidak “dikejar” oleh  mencari keperluan sehari-hari.

0 Komentar

Silahkan login untuk berkomentar.